Feature Post

Seacrh By Labels

Senin, 15 Oktober 2018

Pengertian Anekdot, Ciri-ciri, Struktur, Langkah-langkah membuat dan Contohnya

Tidak ada komentar:



1. Pengertian Teks Anekdot

Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan. Anekdot biasanya berkisar pada orang-orang penting dan berdasarkan kejadian nyata (KBBI). Anekdot dapat berupa cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat. Partisipan atau pelaku di dalam cerita anekdot pun tidak harus orang penting .

Peristiwa-peristiwa dalam teks anekdot dapat berupa peristiwa lucu atau humor, jengkel, dan konyol.

Teks anekdot ditulis dengan tujuan untuk memberikan kritik dan memberikan sebuah pelajaran bagi masyarakat, khususnya pelayan publik di bidang hukum, sosial, politik, dan lingkungan. Teks anekdot biasanya membahas permasalahan yang berkaitan dengan layanan publik.

Tidak semua cerita yang memiliki unsur lucu, jengkel, atau konyol tergolong ke dalam teks anekdot. Yang membedakan teks anekdot dengan teks yang lain yaitu teks anekdot memiliki pesan moral, memiliki unsur lucu atau konyol, dan memiliki struktur: abstraksi,orientasi,krisis, reaksi, dan koda.

2. Ciri-Ciri Teks Anekdot


Bahasa yang digunakan dalam teks anekdot sebagai berikut.

1. Kata kias atau konotasi adalah kata yang tidak memiliki makna sebenarnya. 
Kata kias bisa berupa ungkapan dan peribahasa. Ungkapan adalah kelompok kata yang khusus digunakan untuk menyatakan sesuatu sedangkan peribahasa adalah kalimat yang memiliki makna kias. 
Contoh: daun muda yang bermakna gadis (ungkapan)

2. Kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan lawan kata atau antonim.

3. Struktur Teks Anekdot

1. Abstrak     : Abstrak adalah bagian pertama dalam paragraf yang berperan dalam                                                menggambarkan isi teks
2. Orientasi   : Oritentasi adalah bagian awal yang menujukkan kejadian, permulaan, atau                                       latar belakang peristiwa tersebut terjadi.
3. Krisis         : krisis adalah bagian yang terjadinya masalah atau kejadian-kejadian.
4. Reaksi      : reaksi adalah bagian cerita yang menjelaskan tentang penyelesaian sebuah                                      masalah.
5. Koda         : koda adalah bagian akhir yang memberikan sebuah kesimpulan.

4. langkah-langkah Menulis Teks Anekdot

Langkah-langkah menulis teks anekdot sebagai berikut :



1. Menentukan topik

Topik adalah ide cerita atau gagasan cerita atau dasar cerita atau apa yang akan diceritakan.

Contoh:

Orang miskin yang mencuri

2. Mencari bahan referensi

Bahan yang diperoleh bisa berupa buku/majalah/koran/internet, observasi, dan imajinasi.


3. Menentukan pesan yang akan disampaikan atau sindiran yang akan disampaikan
Pesan yang akan disampaikan bisa tersirat (implisit) maupun tersurat (eksplisit).
Contoh:
Katakanlah hal kebenaran
Perhatikan kehidupan orang miskin
Kesenangan sesaat akan menghancurkan masa depan

4. Menentukan unsur lucu/konyol/jengkel
Contoh:
Ibu yang memuji tindakan anak yang salah.

5. Menentukan alur cerita berdasarkan struktur teks anekdot
abstraksi: Di sebuah desa, tinggallah seorang ibu dan anaknya.

orientasi : Keluarga itu sangat miskin. Mereka kelaparan.
krisis : Ibu memuji tindakan Hasan (mencuri).
reaksi : Hasan babak belur dihajar massa.
koda :Ibunya menangis.

6.  Mengembangkan teks anekdot
Abstraksi
Di sebuah desa, hiduplah seorang janda dengan anaknya. Hari ini tidak ada kepulan asap di dapur.


5. Contoh Teks Anekdot :

Hukuman Penjara Seumur Hidup 

Untuk Pencuri Ikan

Hasil gambar untuk gambar penjara
            
         Pada suatu hari ada seorang nelayan muda  yang baru saja dicebloskan ke penjara, nelayan tersebut bernama Ojib. Di hari pertama ia mendekam di penjara, lalu ada narapidana di sebelahnya menanyakan kenapa ia sampai di penjara. 

Napi  : "Kamu masih muda tapi kenapa sudah mausk penjara kejahatan apa yang sudah                  kamu lakukan?"
Ojib   : "Yang saya lakukan hanya mencuri ikan"
Napi  : "Terus kamu divonis berapa tahun...?"
Ojib   : "Saya divonis dengan hukuman seumur hidup dan masa percobaan selama 2 tahun"

           Si Napi itu melongo karena merasa heran dan menanyakan lebih jauh lagi karena masalah ini tergolong aneh.

Napi   : "Hanya mencuri ikan, kamu dihukum seberat ini ? memang kamu mencuri apa ?                    ikan paus atau ikan langka apa....??" (tanya napi tersebut kebingungan)
Ojib    : "Begini, aku mencoba membom ikan di waduk dengan sebuah detonator atau bom                kecil. Setelah saya lempar, kemudian ada 3 ekor ikan yang mengambang di                           permukaan air setelah alat tersebut meledak"
Napi    : "Wahh..., cuma seperti itu, seharusnya kamu hanya dihukum beberapa hari saja,                   tidak sampai seumur hidung dong.........??"
Ojib     : "nah, yang menjadi permasalahan utamanya yaitu terdapat 2 mayat penyelam                       yang ikut mengapung setelah ikan yang mengapung"
Napi     : (tertawa terbahak-bahak) "wkwkwkwk ternyata tidak hanya ikan yang berhasil                  kamu bom, bahkan penyelam yang tak bersalah juga ikut terkena bom, pantas saja kamu masuk penjara''

             Setelah itu mereka melanjutkan obrolan dengan topik yang lain.



Struktur Teks Anekdot

Abstraksi :


         Pada suatu hari ada seorang nelayan muda  yang baru saja dicebloskan ke penjara, nelayan tersebut bernama Ojib. Di hari pertama ia mendekam di penjara, lalu ada narapidana di sebelahnya menanyakan kenapa ia sampai di penjara. 

Napi  : "Kamu masih muda tapi kenapa sudah mausk penjara kejahatan apa yang sudah                  kamu lakukan?"
Ojib   : "Yang saya lakukan hanya mencuri ikan"
Napi  : "Terus kamu divonis berapa tahun...?"
Ojib   : "Saya divonis dengan hukuman seumur hidup dan masa percobaan selama 2 tahun"


Reorientasi  :


      Si Napi itu melongo karena merasa heran dan menanyakan lebih jauh lagi karena masalah ini tergolong aneh.

Napi   : "Hanya mencuri ikan, kamu dihukum seberat ini ? memang kamu mencuri apa ?                    ikan paus atau ikan langka apa....??" (tanya napi tersebut kebingungan)
Ojib    : "Begini, aku mencoba membom ikan di waduk dengan sebuah detonator atau bom                kecil.Setelah saya lempar, kemudian ada 3 ekor ikan yang mengambang di                            permukaan air setelah alat tersebut meledak"


Krisis :

Napi    : "Wahh..., cuma seperti itu, seharusnya kamu hanya dihukum beberapa hari saja,                   tidak sampai seumur hidung dong.........??"
Ojib     : "nah, yang menjadi permasalahan utamanya yaitu terdapat 2 mayat penyelam                       yang ikut mengapung setelah ikan yang mengapung"


Reaksi :


Napi     : (tertawa terbahak-bahak) "wkwkwkwk ternyata tidak hanya ikan yang berhasil                  kamu bom, bahkan penyelam yang tak bersalah juga ikut terkena bom, pantas saja kamu masuk penjara''


Koda :

   Setelah itu mereka melanjutkan obrolan dengan topik yang lain.